Cara Pembuatan Tepung Tapioka Dari Singkong


Cara Pembuatan Tepung Tapioka Dari Singkong

Cara Pembuatan Tepung Tapioka Dari Singkong

Singkong adalah sebuah umbi-umbian yang banyak tumbuh di indonesia, dengan bentuk akar yang tunggang dengan jumlah akar bercabang yang dapat membesar menjadi umbi akar yang dapat dimakan. Selain dapat dikonsumsi dalam bentuk segar, singkong dapat diolah menjadi tepung singkong atau dikenal dengan tepung tapioka.

Tepung tapioka merupakan sebuah pati singkong, tepung tapioka ini pada umumnya berbentuk butiran pati yang banyak terdapat dalam sel umbi. Tepung ini diperoleh dengan cara memisahkan komponen sel pati inti dengan komponen lainnya maka akan menghasilkan tepung tapioka.

Berikut Ini Cara Pembuatan Tepung Tapioka Dari Singkong :

A. Pemarutan Singkong

Apabila singkong sudah dikupas dari kulitnya lalu dicuci agar lendir pada singkong menghilang, setelah singkong sudah bersih kemudian singkong memasuki tahap pemarutan ini bertujuan singkong berubah menjadi bubur kasar.

Setelah selesai di parut menjadi bubur kasar kemudian dicampur dengan air hingga berubah menjadi bubur yang halus, lalu lakukan penyaringan. Bubur dimasukan pada alat penyaringan dengan pengaliran secara terus menerus, air yang keluar dari alat penyaringan kemudian disaring kembali menggunakan kain tipis dibawah kainnya disediakan wadah sebagai menampung aliran air yang mengandung pati tersebut.

B. Pengendapan

Pengendapan ini bermaksud untuk memisahkan pati murni dari bagian lainnya seperti ampas, air dan unsur lainnya. Biasanya pada saat proses pengendapan terdapat berbagai senyawa yang dapat menimbulkan bau yang khas, nah agar dapat menghindari baeu dan perubahan yang tidak diinginkan maka proses pengendapan harus secepatnya dilakukan.

Biasanya agar dapat mempercepat mengendapan sering dilakukan penambahan senyawa kimia tertentu seperti asam sulfat, sulfur dioksida, alumunium sulfat dan chlorin. Selain dapat mepertcepat pengendapan, senyawa tersebut juga dapat membatu dalam proses pemutihan dari  tepung tapioka yang akan di dapatkan.

C. Pengeringan

Apabila sudah mendapatkan endapan pati harus segera di keringan, pengeringan dapat dilakukan dengan menggunakan sinar matahari atau bisa juga dengan menggunakan pengering buatan. Tujuan dari pengeringan ini untuk menghilangkan kandungan air, biasanya hasil endapan pati yang cair ini memiliki kandungan air hingga 40% dan kemudian akan dikeringan endapan pati tersebut mencapai kekeringan 17% sehingga diperoleh lah tepung tapioka. Setelah melakukan penjemuran pasti pati akan membetuk gumpalan-gumpalan ini kemudian  dihancurkan dengan menggunakan rol atau disingrator, kemudian lakukan pengayakan agar mendapatkan tepung tapioka yang halus.

Jika kadar air pada tepung tidak dikontrol akan berpengaruh besar sekali pada kualitas tepung, apabila kadar air pada tepung melebihi standar maksimum maka akan berakibat tepung akan semakin cepat merusak contohnya seperti mudah berjamur, berbau apek, penambahan air berkurang. Nah untuk mengetahui kadar air pada tepung tapioka tersebut anda dapat menggunakan alat ini sudah menjamin dengan keakuratannya dan juga cepat.