Cara Pengolahan Biji Buah Kakao Pasca Panen


Cara Pengolahan Biji Buah Kakao Pasca Panen

Cara Pengolahan Biji Buah Kakao Pasca Panen

Apakah anda mengetahui tentang coklat ? coklat merupakan salah satu makanan yang sudah banyak dikenal diseluruh penjuru dunia, coklat ini cita rasa yang sangat manis. Taukah anda coklat itu terbuat dari bahan dasar biji buah kakao yang telah melalui proses fermentasi, pengeringan dan siap diolah menjadi coklat.

Buah kakao ini memiliki kulit yang tebalnya sekitar 3 cm sehingga untuk mendapatkan biji buah kakao anda harus memecahkan kulit dengan menggunakan batu atau alat khusus untuk memecahkan kulitnya yang keras dan tebal. Warna biji buah kakao sebelum dikeringkan itu berwarna putih dan apabila sudah memasuki proses pengeringan serta fermentasi biji akan berubah warna menjadi merah kecoklatan, dan biasanya dalam satu buah kakao itu memiliki biji sebanyak 30 – 50 biji.

Nah untuk mendapatkan kualitas biji kakao tinggi yaitu buah kakao yang sudah dipanen harus segera diolah. Proses pengolahan biji buah kakao ini juga dapat mempengaruhi kualitas dari biji kakao itu, maka dari itu ada beberapa tahapan agar mendapatkan biji kakao yang kualitasnya baik. Tahapa-tahapannya antara lain pemecahan buah, fermentasi, pencucian, pengeringan, sortasi, pengemasan dan penyimpanan.

Berikut Ini Cara Pengolahan Biji Buah Kakao Pasca Panen :

1. Pemecahan

Pertama yaitu proses pemecahan buah kakao ini bertujuan untuk mengambil biji buah kakao dari buahnya. Namun dalam proses pemecahan buah kakao ini harus berhati-hati karena kulitnya yang sangat tebal membuat lebih berhati agar tidak merusak biji kakao  tersebut. Anda dapat memecahkannya menggunakan batu atau menggunakan alat pemecah dengan menggunakan alat anda dapat menghindari kerusakan biji buah kakao. Apabila sudah pecah lalu ambil biji buah kakaonya kemudian dimasukan ke dalam wadah seperti ember atau baskom.

2. Fermentasi

Proses fermentasi dilakukan agar menghilangkan kulit lendir ( Pulp ) yang terdapat pada biji kakao tersebut. Jika kulit lendir yang dibuang dapat menghasilkan biji kakao yang beraroma dan bercitarasa baik, fermentasi juga dapat membuatnya terhindar dari hama, jamur dan kadar airnya menurun.

Fermentasi dapat dilakukan dengan meletakan biji kakao segar ke dalam kotak kayu yang sudah dilubangi dibagian bawah. Lubang dibuat agar sebagai jalan kaluar masuknya oksigen, karbondioksida, dan air yang dihasilkan dari proses fermentasi

Setelah biji buah kakao di letakan pada dalam kotak kemudian ditutup menggunakan karung goni dan daun pisang. Proses fermentasi biji kakao adalah antara 6 – 7 hari dan Selama proses fermentasi biji kakao yang ada didalam kotak harus diaduk setiap satu hari sekali, tujuan ini yaitu agar panas yang dihasilkan dari proses fermentasi dapat merata.

3. Pencucian Biji Buah Kakao

Setelah biji kakao melakukan fermentasi selanjutnya yaitu pencucian biji kakao menggunakan air bersih, pencucian dilakukan agar biji kakao menjadi lebih baik dan warnanya berubah menjadi lebih baik dan cerah serta biji lebih tahan serangan jamur dan serangga selama penyimpanan.

Pencucian biji kakao dapat dilakukan secara manual atau dengan menggunakan mesin cuci biji kakao, akan tetapi jika dilakukan secara manual sebaiknya biji kakao direndam selama kurang lebih 3 jam tujuan ini agar saat proses pencucian dapat dengan mudah tidak perlu mencucinya beberapa kali.

Apabila pencucian dilakukan dengan mesin cuci biji kakao, pencucian dapat dilakukan secara otomatis dengan menaruh biji dari hasil fermentasi ke dalam mesin dan mesin akan secara otomatis membersihkan biji kakao tersebut.

4. Pengeringan Biji Kakao

Apabila biji kakao sudah bersih selanjutnya adalah proses pengeringan, ini dapat dilakukan secara alami maupun menggunakan mesin pengering. Proses pengeringan secara alami yaitu melakukan penjemuran biji kakao dibawah panasnya matahari, pengeringan dapat dilakukan diatas permukaan terpat, lantai penjemuran. Selama proses penjemuran biji kakao itu sebaiknya dibolak balik setiap 2 jam sekali agar keringnya biji kakao itu merata dengan sempurna.

Jika pada saat itu musin hujan anda bisa menggunakan mesin pengering ( artifical Drying ) dengan bantuan mesin pengering ini pengeringan jauh lebih cepat di bandingkan dengan menggunakan pengeringan dibawah sinar matahari yang membutuhkan waktu selama 1-2 hari. Sedangkan jika menggunakan mesin pengering hanya membutuhkan waktu selama 24 jam efektif pada sushu 60 derajat celcius.

Tujuan Dari Proses Pengeringan Ini Yaitu :

  • Agar mengurangi kadar air yang terkandung pada biji kakao sehingga dapat tahan lama pada saat disimpan.
  • Agar mengurangi rasa pahit dan sepat pada biji kakao.
  • Memiliki nilai jual di pasaran lebih tinggi.
  • Menjadikan biji kakao ini memiliki warna cokelat.

Proses pengeringan dilakukan agar biji kakao itu memiliki tingkat kadar air hingga 6 – 7%, nah untuk mengetahui kadar air pada biji kakao tersebut anda bisa menggunakan alat ukur kadar air atau moisture meter untuk mengetahuinya.

6. Sortasi Biji Kakao

Setelah melakukan proses pengeringan lanjut proses sortasi biji kakao yaitu untuk memilih antara biji kakao yang berkualitas baik dengan yang kurang baik atau membuang benda-benda asing seperti batu dan kotoran lainnya dari biji kakao.

7. Pengemasan dan Penyimpanan Biji Kakao

Jika sudah disortir, biji kakao kemudian dikemas dalam wadah yang kuat seperti karung goni, biasanya satu karung goni pada umumnya hanya menampung tidak lebih dari 60kg. Setelah dikemas kemudian pada setiap kemasan ditulis jenis dan kualitas biji kakao, jika sudah kemudian disimpan dalam gudang yang bersih dan memiliki ventilasi udara yang baik, dan pastikan penyimpanan biji kakao jangan dicampur dengan produk lainnya.